Rabu, 27 April 2011

Tuhan bangun dari tidurnya

Percaya kepada Tuhan, adalah merupakan naluri fitrah (murni/asli) dan universal.
Percaya pada Tuhan telah menjadi sifat alami manusia. Selama manusia hidup di bumi, pengetahuan tentang Tuhan Yang Maha Kuasa juga akan ada. Seperti yang dikatakan oleh Profesor Max Fuller dalam perkuliahan Hibbert-nya:

"Agama bukanlah sebuah temuan baru. Agama, meskipun mungkin tidak sama tuanya dengan dunia, tapi setidaknya sama tuanya dengan dunia yang kita ketahui saat ini. Tuhan tidak pernah salah, dan agamapun tidak pernah salah; namun manusia bisa salah dalam melihat dan memahaminya, yang disebabkan karena terjadinya berbagai distorsi (pembacaan) sejarah yang sampai kepada pembacaan para pemeluknya. Semua agama memiliki tujuan yang sama pada saat diturunkan, namun proses perjalanan sepanjang sejarah itulah yang membuatnya berubah (distorted). Semua bertujuan sama, dimaksudkan untuk menghubungkan langit dan bumi, yang dipegang oleh 'tangan' yang sama."

Ini benar-benar merupakan sikap yang sangat terbuka, betul-betul pernyataan yang fitriah. Sebagaimana juga telah tercantum dalam kitab suci-Nya:

"Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." (QS Fathir:24)

"Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi mereka petunjuk." (QS Ra'd:7)

Tuhan Tidak Parsial
Jika Tuhan Yang Maha Kuasa bukan merupakan bagian dari makhluk-Nya bila dikaitkan dengan rahmat materialnya seperti --udara, hujan, cahaya matahari, dan sebagainya, lalu mengapa Tuhan menjadi bagian atau bersifat parsial jika dikaitkan dengan rahmat spiritualnya (petunjuk-Nya?). Tuhan tidak bersifat parsial! Tidak ada negara atau kelompok bahasa di bumi yang tidak mengetahui Tuhan melalui nama-nama-Nya. Pengetahuan ini dibuat oleh Penciptanya sendiri melalui bibir pembawa pesan terpilih-Nya. Nama-nama pembawa pesan ini telah kita ketahui, dan nama-nama yang lainnya hilang atau masuk dalam kategori tahayul.

Meskipun seluruh teologi (pengetahuan tentang Tuhan) berasal dari Tuhan, manusia memainkan peran dalam konsep-konsep murni dan suci tersebut, dengan menambahkan berbagai tambahan kecil yang tidak membutuhkan hal-hal lain --tambahan ini merampok bahasa. Dalam kalimat Mrs. Ellen G. White, seorang 'nabi' dari Gerakan Adventis Hari ke-7, dalam kajian Bible-nya, mengatakan:
"Manusia terpelajar dalam beberapa hal telah merubah kalimat, berpikir bahwa mereka membuatnya lebih jelas, padahal kenyataannya mereka mengaburkan apa yang sebenarnya telah jelas."

Dalam jurnal agama dunia 'Watchtower', beberapa tulisan orang Yahudi dan Kristen menunjukkan beberapa 'gambaran grafis & visual' dalam Injil yang menunjukkan Tuhan dari kacamata manusia sendiri.

Deskripsi yang tidak sempurna tentang Tuhan (yang seharusnya digambarkan sempurna):

Tuhan seperti makhluk (digambarkan seperti burung/ sesuatu yang terbang)
"Dan Tuhan turun untuk melihat kota dan menara yang dibangun oleh anak-anak manusia." (Kejadian 11:5)

Musa melihat punggung Tuhan (digambarkan seperti makhluk/ manusia):
"Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan." (Kejadian 33:23)

Tuhan bergulat dengan Jakob (digambarkan seperti makhluk/ manusia), dan Tuhan kalah!:
"Lalu kata orang itu, "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israil, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang." (Kejadian 32:28)

Tuhan tidur(!) dan seperti orang mabuk:
"Lalu Tuhan bangun dari tidurnya, dan seperti penguasa yang berteriak-teriak karena pengaruh anggur." (Psalm 78:65)

Tuhan menyesal menciptakan manusia:
"Maka menyesallah Tuhan karena Ia telah menciptakan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya." (Kejadian 6:6)

Tuhan mencium bau wangi:
"Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya..." (Kejadian 8:21)

Tuhan seperti seekor singa yang sedang mendekam:
"Dia mendekam dan merebahkan diri seperti singa jantan, dan seperti singa betina, siapakah yang berani membangunkannya?" (Bilangan 24:9)

Pandangan Tuhan seperti api yang sangat kuat:
"Tampaknya kemuliaan Tuhan seperti api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israil." (Keluaran 24:17)

Tuhan beristirahat dan segar kembali:
"... dalam enam hari, Tuhan membuat surga dan bumi, dan pada hari ke tujuh, Dia beristirahat dan SEGAR KEMBALI." (Keluaran 31:17)

Di luar 73 buku ensiklopedi Katolik Roma dan 66 Buku Protestan yang disebut "Bible", sejumlah cuplikan tanpa batas bisa ditarik untuk mengisi sebuah buku yang lebih besar dan publikasi ini untuk menggambarkan beberapa deskripsi tak sempurna mengenai Tuhan yang dibuat oleh manusia.

Dalam aspek spirit, tidak ada negara manapun yang memiliki kesempatan sebesar anak-anak Israel. Meskipun telah berulang-ulang diperingatkan: "Tuhanmu adalah Tuhan yang cemburuan, Dia tidak ada yang mendahului, DIA TIDAK SUKA (SERUPA/BERSERUPA/DISERUPAKAN) TERHADAP HAL-HAL YANG ADA DI BUMI ATAU DI SURGA, ATAU DI AIR BAWAH LAUT..." (Keluaran 20:3-5), tapi mereka tetap membuat lembu emas untuk disembah, dan selalu menjadikannya sebagai sembahan.

Dan penganut Kristen tidak terbebas dari noda ini. Kunjungilah St. Paul's Cathedral di London, atau St. Peter's Cathedral di Roma, dan anda tidak akan mampu membedakannya dengan Kuil Somnath di India. Ini merupakan sebuah pertanyaan dari Tweedle Dum dan Tweedle Dee. Anda tidak harus pergi ke Inggris atau Itali untuk membuktikan pertanyaan ini. Mengapa anda tidak memeriksa Katedral Katolik Anglikan atau Roma dari kota anda sendiri?

- Somnath Temple Dome
- Somnath Temple Cow
- St Paul Cathedral Dome
- St Paul Cathedral London
- Catholic Anglican Cathedral

Tidak ada komentar:

Posting Komentar