Jumat, 03 Mei 2013

Siapakah Jehovah itu?

Terdapat sebuah fakta bahwa sebelum abad ke 16, kata "Jehovah" tidak pernah terdengar. Kapanpun kemunculan pertama dari kata ini, yang jelas kata ini muncul dalam bentuk bahasa Yahudi pada kitab-kitab suci Yahudi (dibaca dari kanan ke kiri seperti bahasa Arab) Yot, Huh, Wah, Huh; atau Y.H.W.H., empat huruf ini didahului oleh sebuah kata pengganti 'Adonai', untuk memperingatkan pembacanya bahwa kata berikutnya tidak diucapkan. Orang-orang Yahudi sangat hati-hati dalam mengulang-ulang kata ini dalam "Book of God" nya 6823 kali --memasukkan kata "Adonai" atau "Elohim". Mereka sepenuhnya percaya bahwa nama Tuhan yang mengesankan ini tidak pernah dilafalkan. Larangan ini tidak memiliki aturan awal: akan dikenakan hukuman mati bagi orang yang berani mengucapkannya, dan tabu ini lebih berhasil dijalankan dibandingkan pelaksanaan seluruh 'kewajiban' dan 'larangan' yang terdapat dalam perintah 'Ten Commandments'.

Jika Jehovah merupakan nama dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan jika 27 versi Kitab Perjanjian Baru dibuat oleh-Nya, maka ini merupakan sebuah anomali atau penyimpangan dari tatanan yang tertinggi, bahwa Dia (Jehovah) tidak mampu memiliki Nama-Nya sendiri yang tercatat dalam "Firman"-Nya, karena harus ditambahkan oleh umat Kristen dalam Injil Yahudi. Umat Kristen menyatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 24.000 dari apa yang disebut sebagai "asal-usul" dari Kitab Sucinya dalam bahasa Yunani, dan tidak ada satupun tulisan yang ditulis oleh "Jehovah" di dalamnya. Yang lebih meragukan, "nama Tuhan" ini telah secara jahat diganti oleh kalimat Yunani kyrios.

Doktrin-doktrin Uncle Sam
Sekitar hampir dua abad yang lalu, secara tiba-tiba lebih dari seratus aliran baru Kekristenan bermunculan di Amerika Serikat. The Seventh Day Adventists, The Christian Scientiests, The Menonites, The Christiandelphins, The Jehovah's Witnesses dan semacamnya. Pendiri The Jehovah's Witnesses, seorang hakim, Rutherford, oleh orang-orang Kristen Ortodoks tidak dianggap sebagai seorang "hakim". Ia merupakan seorang kutu-buku dan seorang penulis yang sangat produktif. Dia mempelajari kata 'Jehovah' dan mendirikan aliran The Jehovah Witnesses. Bacalah "Thirty Years A Watchtower Slave" yang ditulis oleh Schelin. Bukan teologinya yang menarik, tetapi modus operandi-nya. Bacalah, bagaimana sekte yang tak terkontrol ini sangat terkait dengan penaklukan Jerman sebelum Hitler. Bacalah, bagaimana kedatangan kedua kali mereka di Jerman Barat. Pikirkan, mengapa mereka melakukan usaha yang paling besar di Nigeria. Apakah sistem agama yang muncul di Nigeria akan menjadi norma bagi seluruh Afrika? Apa artinya? Artinya, hadirnya agama Kristen di Benua Afrika adalah direkayasa untuk keperluan kekuasaan Kolonialisme (penjajahan) dan Westernisasi, serupa pula dengan yang terjadi di Indonesia atau dimanapun di muka bumi.

Jehovah Witness, sekte yang kuat
Menurut presentasenya, "Jehovah Witness" telah meraih kemajuan paling fenomenal dari seluruh sekte agama pada hampir dua abad yang lalu. Hal ini dimungkinkan karena mereka memprogram diri mereka sendiri lima kali dalam satu minggu dalam "Kerajaannya" sendiri, dan apa yang mereka pelajari diimplementasikan selama akhir minggu.

Mereka telah membuat kata "Jehovah" menjadi sangat terkenal. Mereka mengetuk pintu di rumah setiap orang di Afrika Selatan, dan mengajukan pertanyaan "Siapa nama-Nya?" dan umat Kristen Ortodoks akan menjawab "Tuhan". Mereka pun menjawab, "Tuhan bukanlah nama, Tuhan merupakan obyek sembahan. "Bapak" kata kaum Ortodoks tersebut sebagai jawaban kedua. "Apakah Bapakmu Tuhan? Tentu bukan! Lalu siapa namaNya? Jehovah adalah namaNya," kata 'saksi' tersebut. Dan mereka pun telah menjadi ahli dari kalimatnya tersebut, dan menjadikannya sebuah sekte agama baru.

Tetragammaton
Untuk pemahaman yang utuh, mengapa tidak kita tanyakan saja kepada mereka, dari mana mereka mendapatkan kata Jehovah tersebut? Dan mereka pasti akan menjawab, "dari Kitab Suci, Bible." Apa yang dikatakan Bible? Apakah disana terdapat kata J-e-h-o-v-a-h? Mereka pasti akan menjawab, "Tidak, di sana terdapat sebuah 'tetragrammaton' yang merupakan asal kata Jehovah." Apa yang disebut dengan tetragrammaton? Sepertinya tak seorangpun pernah mendengar istilah mistis ini dua abad yang lalu. Di University of Illinois Amerika Serikat, Ahmad Deedat pada tahun 1960an pernah mengajukan pertanyaan kepada sekelompok mahasiswa dan dosen mengenai apakah mereka pernah mendengar kata ini? Tak seorangpun yang tahu hasilnya. Tapi setiap pengikut Jehovah Witness sepertinya tahu, bahkan mereka yang paling awam sekalipun. Mereka telah betul-betul ditetapkan, mereka merupakan profesor dari sebuah kata - Jehovah.

Lalu apakah sebenarnya "tetragrammaton' itu? Jehovah Witness menjawab, "Y H W H". Bukan itu, yang ingin kita ketahui dari anda adalah apa arti dari kata tetragrammaton? Kita akan melihat bahwa mereka merasa ragu dalam memberikan jawabannya. Mereka betul-betul tidak tahu dan juga merasa malu dalam memberikan jawabannya bahwa "Tetra" dalam bahasa Yunani berarti EMPAT dan "grammaton" berarti HURUF.  Jadi artinya "sebuah kata yang terdiri dari empat huruf.

Dapatkah anda membaca kata Jehovah dalam empat huruf tetragrammaton Y H W H? "Tidak" kata pengikut Jehovah Witness, "Kita hendaknya menambah huruf hidup pada empat konsonan ini agar bisa dihasilkan bunyi. Awalnya, baik bahasa Hebrew maupun Arab ditulis tanpa tanda-tanda huruf hidup. Para pengguna asli dari tiap bahasa mampu membacanya tanpa huruf hidup tersebut. NAmun tidak demikian halnya dengan orang luar.

Irregularity of "J"
Kita akan menambahkan huruf hidup seperti yang diinginkan oleh "Witness" di atas. YHWH menjadi YeHoWaH. Seperti sebuah sulap yang mereka sukai, tapi mereka tidak akan pernah menjelaskan Jehovah! Tanyakan kepada mereka, dari mana mereka mendapatkan kata "J" ini. Mereka akan mengatakan kepada anda bahwa "ini merupakan pelafalan 'populer' dari abad ke 16. "Bunyi pasti dari empat huruf YHWH tidak diketahui oleh orang Yahudi dan non-Yahudi, tapi mereka memaksakan kata JEHOVAH ke dalam tenggorokkan setiap orang. Orang-orang Kristen Eropa telah mengembangkan sebuah keberterimaan (Ketidakteraturan) dari huruf "J". Mereka menambahkan J's di mana tidak ada yang seperti Jays!

Yael               menjadi             Joel
Yehuda          menjadi             Juda
Yeheshua       menjadi             Joshua
Yusuf             menjadi             Joseph
Yunus            menjadi             Jonah
Yesus            menjadi             Jesus
Yehowa         menjadi             Jehovah

Kesewenangan Barat tak ada batasnya dalam mengubah nama-nama Yahudi menjadi nama-nama Non-Yahudi. Huruf YHWH muncul dalam Kitab Hebrew sebanyak 6823 kali, bergantian dengan kata "Elohim" yang hadir sebagai kombinasinya sebanyak 156 kali dalam buku yang disebut sebagai Kejadian. Kombinasi dari YHWH/ELOHIM ini secara konsisten diterjemahkan ke dalam Injil berbahasa Inggris sebagai "Tuhan Raja", "Tuhan Raja", "Tuhan Raja" tanpa penjelasan definisi asal-usul katanya.

Asal-Usul
Apakah yang disebut dengan YHWH, dan apa yang disebut ELOHIM? Karena orang-orang Yahudi tidak mengucapkan kata YHWH selama berabad-abad, dan karena Pimpinan Rabi tidak akan membiarkan terdengarnya kata yang tidak dapat diucapkan, maka mereka menarik hak dalam menyatakan secara dogmatis bagaimana kata tersebut berbunyi. Kita harus mencari bantuan orang-orang Arab untuk mempertahankan bahasa Hebrew, sebuah bahasa yang nyaris mati karena tidak digunakan sehari-hari karena ketiadaan bunyi vokal dan hanya konsonan semata. Dalam setiap permasalahan linguistik, harus dilakukan akses terhadap bahasa Arab, sebagai bahasa serumpun, yang masih tetap hidup dan layak. Secara rasial dan secara linguistik, orang Arab dan Yahudi memiliki asal-usul yang sama, yaitu satu moyang, Nabi Ibrahim (Abraham).

Perhatikanlah persamaan yang menonjol antara kedua bahasa, seringkali kata-kata yang memiliki bunyi serupa akan membawa makna identik pada keduanya:

Hebrew             Arab                   Inggris

Elah                    Ilah                      God
Ikhud                  Ahad                    One
Yaum                 Yaum                    Day
Shaloam            Salaam                 Peace
Yahuwa              Ya Huwa              Oh He

YHWH atau Yehova atau Yahuwa semuanya memiliki makna yang sama. "Ya" merupakan sebuah artikulasi dan sebuah partikel seruan baik dalam bahasa Hebrew maupun Arab, yang berarti Oh! Dan "Huwa" atau "Hu" memiliki arti He/ Dia, baik dalam bahasa Hebrew maupun Arab. Jadi, keduanya (Yahuwa ataupun Ya Huwa) memiliki arti Oh He (Oh Dia). Jadi dari mana mereka dapat Jehovah?


Sebab itulah, jika ingin mendengar 'suara' yang sesungguhnya, seharusnya Anda dengarlah dari 'sumber'nya dan bukan dengar dari 'gaung'nya. Karena sejak awal, 'jejak suara' Tuhan ada di Timur, dan bukan di Barat; lantas mengapa pula kalian mendengar dari Barat?


download ebook "Yesus Tidak Mati"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar