Apa maksud sebenarnya ketika seseorang menyatakan beriman kepada suatu Kitab? Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran? Kita semua mengetahui bahwa Al-Quran adalah firman Tuhan yang sempurna karena kita bisa mengetahui alur asal-usulnya, diwahyukan kepada Nabi Muhammad kata demi kata dalam berbagai situasi, sehingga tiap ayat dapat kita pahami konteks pewahyuannya, melalui perantara malaikat jibril, dan benar-benar dijaga serta dilindungi dari kerusakan [distorsi & pengubahan] yang dibuat manusia selama lebih dari 1400 tahun. Bahkan pengkritik Islam dengan segan telah menjamin kemurnian kitab suci Al-Quran tersebut: "Di dunia ini mungkin tidak ada kitab lain yang teksnya tetap murni selama empat belas abad." - Sir William Muir.
Taurat yang diyakini umat Islam bukanlah 'Taurat' orang-orang Yahudi dan Kristen sekarang, tetapi adalah Taurat yang dulu (di jaman Nabi Musa). Meskipun saat ini Taurat bahasa Ibrani dan Taurat bahasa Arab, sama ; tetapi sama-sama telah mengalami pengubahan dan revisi selama berabad-abad oleh para Rabi Yahudi. Kita percaya apapun yang diajarkan Musa, tetapi Mazmur yang saat ini diasosiasikan dengan namanya bukanlah wahyu tersebut. Umat Kristen sendiri tidak bersikeras mengatakan bahwa Daud adalah satu-satunya pembuat Mazmur (yang versi aslinya dijaman Musa disebut oleh kaum Muslim sebagai Kitab Zabur).
Bagaimana dengan Injil? Injil berarti Gospel (ajaran) atau "berita baik" yang diajarkan Yesus selama masa tugasnya yang singkat. Penulis "Gospel" (karena Injil tidak ditulis sendiri oleh Yesus, melainkan oleh pengikut-pengikutnya beberapa abad setelah kematian Yesus) sering menyebutkan Yesus melakukan dan mengajarkan ajaran tersebut (Injil):
1. "Demikianlah Yesus berkeliling... memberitakan Injil... serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan (moral masyarakat)." (Matius 9:35).
2. "... barang siapa kehilangan nyawanya karena aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Markus 8: 35).
3. "...memberitakan Injil..." (Lukas 20:1).
Injil adalah kata yang sering digunakan, tetapi Injil yang bagaimanakah yang diajarkan Yesus? Dari 27 kitab Perjanjian Baru, hanya sedikit yang dapat diterima sebagai perkataan Yesus. Umat Kristen bangga dengan Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, tetapi tak ada satu pun Injil Yesus! Karena semua Injil itu ditulis TIDAk pada jaman Yesus, melainkan PADA JAMAN beberapa abad setelah Yesus tiada. Dengan tulus kita meyakini bahwa segala sesuatu yang diajarkan Yesus berasal dari Tuhan. Itulah Injil, berita baik dan petunjuk dari Tuhan untuk bangsa Israil. Dalam seluruh hidupnya Yesus tidak pernah menulis sebuah kata pun, dan juga tidak memerintahkan seorangpun untuk melakukan hal tersebut. Injil yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan orang yang tidak diketahui namanya. Tidak pernah tercatat asal-usul penulisannya.
Maka kembali ke pertanyaan sebelumnya: "Apakah anda menerima bahwa Injil adalah Firman Tuhan?" Pertanyaan ini benar-benar menantang, karena menuntut pembuktian ilmiahnya, yaitu asal-usul bibliotiknya. Pertanyaan tersebut diajukan dengan semangat debat. Kita mempunyai hak dengan mengajukan pertanyaan "Injil yang mana yang sedang anda bicarakan?" Mereka akan balik bertanya dengan tidak suka "Mengapa? hanya ada satu Injil."
Injil Katolik
Dengan memegang "Douay" (Injil versi Katolik Roma) di tangan, Ahmed Deedat bertanya, "Apakah anda menerima Injil ini sebagai firman Tuhan?" Pertanyaan terbaik bagi mereka karena perkumpulan Katholik telah menerbitkan Injil versi mereka dalam bentuk yang singkat dan membingungkan. Versi ini mempunyai bagian ekstra dari sejumlah versi yang beredar dipasaran saat ini. Penanya Kristen bertanya: "Injil apakah ini?" Deedat menjawab: "Kenapa? Saya pikir anda tadi mengatakan bahwa hanya ada satu Injil!"
Deedat mengingatkannya. "Ya" si penanya Kristen dengan ragu-ragu menggumam, "Tapi versi yang mana?" "Kenapa? Apakah ada perbedaan?". Deedat kembali menerangkan, "Tentu saja, dan pendakwah professional tentunya mengetahui hal tersebut. Namun mereka berpura-pura dengan pernyataannya tentang "satu Injil".
Injil Katholik Roma diterbitkan di Rheims pada tahun 1582, dari terjemahan Injil berbahasa latin Jerome dan direproduksi di Douay pada tahun 1609.
Nampaknya versi Katholik Roma (RCV= Roman Catholic Version) tersebut adalah versi tertua yang masih dapat dibeli sampai saat ini. Berlawanan dengan keantikannya, seluruh dunia Kristen Protestan, termasuk cults, menyalahkan RCV karena berisi tujuh kitab tambahan yang dengan merendahkan dianggap "kebenarannya diragukan", yaitu penulisan yang sepenuhnya meragukan. Sekalipun peringatan yang menakutkan terdapat di dalam Apocalypse, yaitu kitab terakhir dalam RCV (dinamakan "wahyu" oleh Protestan), kitab ini "diwahyukan".
" .... Jika seseorang menambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini." (Injil - Wahyu 22: 18-19).
Tetapi siapakah yang peduli! Mereka tidak sungguh-sungguh percaya! Umat Protestan dengan berani telah menghapuskan keseluruhan dari kitab Tuhan! Yang dibuang itu adalah:
-Kitab Yudit
-Kitab Tobit
-Kitab Barukh
-Kitab Ester, dan sebagainya.
Injil Protestan
Ada beberapa hal yang dibicarakan Sir Winston Churcill berkaitan dengan versi Injil Protestan yang di-authorisasi (AV=Authorized Version = KJV).
"Versi Injil yang telah diautorisasi diterbitkan pada tahun 1611 dengan kehendak dan perintah yang mulia Raja James (King James) yang namanya masih digunakan sampai sekarang."
Para pengikut Katholik Roma, yang meyakini umat Protestan juga memiliki kitab Tuhan yang sama dengan mereka, membantu dan bersekongkol dengan 'penjahat' Protestan, untuk memaksa para pemeluk baru (apakah anda termasuk? sejak tahun berapa Anda/ orangtua anda menganut Kristen?) membeli Injil yang sudah diautorisasi (AV), yang merupakan satu-satunya Injil yang tersedia dalam 1500 bahasa dari sedikit negara-negara maju di dunia. Mayoritas umat Kristen - Katholik dan Protestan- menggunakan Injil AV atau sering disebut dengan KJV.
Penghormatan Yang Tinggi
Sebagaimana yang dikatakan Sir Winston, Injil ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1611 dan kemudian direvisi pada tahun 1881 (RV = Revised Version). Setelah itu direvisi kembali pada tahun 1952 menjadi versi standar yang telah direvisi (RSV = Revised Standard Version), Injil tersebut direvisi lagi pada tahun 1971 (singkatannya masih tetap RSV). Lihatlah opini dunia Kristen tentang Injil yang telah direvisi tersebut (RSV):
1. "Versi terbaik yang telah diterbitkan dalam abad sekarang." (Surat Kabar Church of England).
2. "Terjemahan yang secara keseluruhan terbaru karya para sarjana termasyhur." (Tambahan Literatur Times).
3. "Karakteristik terbaik dari versi yang telah diautorisasi yang dikombinasikan dengan keakuratan terjemahan yang baru." (Life and Work)
4. "Terjemahan yang paling akurat dan dekat dengan aslinya." (The Times).
Penerbitnya sendiri (Collins), dan dalam catatan pada Injil di akhir produksinya, berkata dalam halaman 10. "Injil ini (RSV), adalah produk tiga-puluh-dua-sarjana, dibantu oleh komite penasehat yang mewakili limapuluh golongan yang bekerjasama."
Mengapa semua ini dibanggakan? Apakah agar membuat masyarakat mudah tertipu membeli produk mereka? Semua kesaksian ini untuk meyakinkan pembeli bahwa ia sedang 'menunggang kuda' yang benar, ketika pembeli tampak tak terlalu berminat.
"Paling Laku di Dunia"
Tetapi bagaimana dengan versi Injil yang telah diautorisasi (AV), "Paling Laku di Dunia?" Para perevisi ini, semua sales yang baik, mengatakan beberapa hal yang bagus tentang hal itu. Pada halaman iii Injil RSV pada paragraf enam bagian pendahuluan dinyatakan:
"Versi King James (nama lain AV) diterminologikan dengan alasan yang bagus sebagai 'Monumen Prosa Inggris Yang Paling Mulia'.
Perevisinya pada tahun 1881 mengekspresikan kekaguman terhadap 'kesederhanaannya, martabatnya, kekuatannya, ekspresi kebahagiaannya... irama musiknya, dan kebanggaan atas iramanya'. Tidak seperti kitab lainnya, kitab ini masuk sampai pembuatan karakter individu dan institusi umum dari masyarakat berbahasa Inggris. Kita berhutang dengan hutang yang tak terbayarkan kepadanya."
Dapatkah anda, pembaca yang terhormat, membayangkan atribut yang lebih baik yang diberikan kepada "kitab suci" lebih dari yang ada di atas? Saya (Ahmed Deedat), sebagai manusia, tidak bisa memberikannya. Biarkan pengikut Kristen saat ini meneguhkan diri mereka sendiri terhadap hembusan tidak enak dari para ahli hukum di kalangan agama mereka sendiri; dalam nafas yang sama mereka mengatakan: "Versi King James telah mengalami kerusakan yang sangat."
Dan, "Kerusakan ini begitu banyak dan serius sehingga perlu direvisi (lagee :-D )..." Pernyataan ini langsung dari sumbernya, yaitu sarjana Kristen ortodoks ternama. Para Doktor Teologi sekarang juga perlu memproduksi sebuah ensiklopedi yang menerangkan penyebab kerusakan yang penting dan serius dalam kitab suci mereka dan alasan menghilangkannya.
Download berbagai macam versi Alkitab --> Bibleversions@Facebook
Senin, 19 Agustus 2013
Jumat, 03 Mei 2013
Siapakah Jehovah itu?
Terdapat sebuah fakta bahwa sebelum abad ke 16, kata "Jehovah" tidak pernah terdengar. Kapanpun kemunculan pertama dari kata ini, yang jelas kata ini muncul dalam bentuk bahasa Yahudi pada kitab-kitab suci Yahudi (dibaca dari kanan ke kiri seperti bahasa Arab) Yot, Huh, Wah, Huh; atau Y.H.W.H., empat huruf ini didahului oleh sebuah kata pengganti 'Adonai', untuk memperingatkan pembacanya bahwa kata berikutnya tidak diucapkan. Orang-orang Yahudi sangat hati-hati dalam mengulang-ulang kata ini dalam "Book of God" nya 6823 kali --memasukkan kata "Adonai" atau "Elohim". Mereka sepenuhnya percaya bahwa nama Tuhan yang mengesankan ini tidak pernah dilafalkan. Larangan ini tidak memiliki aturan awal: akan dikenakan hukuman mati bagi orang yang berani mengucapkannya, dan tabu ini lebih berhasil dijalankan dibandingkan pelaksanaan seluruh 'kewajiban' dan 'larangan' yang terdapat dalam perintah 'Ten Commandments'.
Jika Jehovah merupakan nama dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan jika 27 versi Kitab Perjanjian Baru dibuat oleh-Nya, maka ini merupakan sebuah anomali atau penyimpangan dari tatanan yang tertinggi, bahwa Dia (Jehovah) tidak mampu memiliki Nama-Nya sendiri yang tercatat dalam "Firman"-Nya, karena harus ditambahkan oleh umat Kristen dalam Injil Yahudi. Umat Kristen menyatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 24.000 dari apa yang disebut sebagai "asal-usul" dari Kitab Sucinya dalam bahasa Yunani, dan tidak ada satupun tulisan yang ditulis oleh "Jehovah" di dalamnya. Yang lebih meragukan, "nama Tuhan" ini telah secara jahat diganti oleh kalimat Yunani kyrios.
Doktrin-doktrin Uncle Sam
Sekitar hampir dua abad yang lalu, secara tiba-tiba lebih dari seratus aliran baru Kekristenan bermunculan di Amerika Serikat. The Seventh Day Adventists, The Christian Scientiests, The Menonites, The Christiandelphins, The Jehovah's Witnesses dan semacamnya. Pendiri The Jehovah's Witnesses, seorang hakim, Rutherford, oleh orang-orang Kristen Ortodoks tidak dianggap sebagai seorang "hakim". Ia merupakan seorang kutu-buku dan seorang penulis yang sangat produktif. Dia mempelajari kata 'Jehovah' dan mendirikan aliran The Jehovah Witnesses. Bacalah "Thirty Years A Watchtower Slave" yang ditulis oleh Schelin. Bukan teologinya yang menarik, tetapi modus operandi-nya. Bacalah, bagaimana sekte yang tak terkontrol ini sangat terkait dengan penaklukan Jerman sebelum Hitler. Bacalah, bagaimana kedatangan kedua kali mereka di Jerman Barat. Pikirkan, mengapa mereka melakukan usaha yang paling besar di Nigeria. Apakah sistem agama yang muncul di Nigeria akan menjadi norma bagi seluruh Afrika? Apa artinya? Artinya, hadirnya agama Kristen di Benua Afrika adalah direkayasa untuk keperluan kekuasaan Kolonialisme (penjajahan) dan Westernisasi, serupa pula dengan yang terjadi di Indonesia atau dimanapun di muka bumi.
Jehovah Witness, sekte yang kuat
Menurut presentasenya, "Jehovah Witness" telah meraih kemajuan paling fenomenal dari seluruh sekte agama pada hampir dua abad yang lalu. Hal ini dimungkinkan karena mereka memprogram diri mereka sendiri lima kali dalam satu minggu dalam "Kerajaannya" sendiri, dan apa yang mereka pelajari diimplementasikan selama akhir minggu.
Mereka telah membuat kata "Jehovah" menjadi sangat terkenal. Mereka mengetuk pintu di rumah setiap orang di Afrika Selatan, dan mengajukan pertanyaan "Siapa nama-Nya?" dan umat Kristen Ortodoks akan menjawab "Tuhan". Mereka pun menjawab, "Tuhan bukanlah nama, Tuhan merupakan obyek sembahan. "Bapak" kata kaum Ortodoks tersebut sebagai jawaban kedua. "Apakah Bapakmu Tuhan? Tentu bukan! Lalu siapa namaNya? Jehovah adalah namaNya," kata 'saksi' tersebut. Dan mereka pun telah menjadi ahli dari kalimatnya tersebut, dan menjadikannya sebuah sekte agama baru.
Tetragammaton
Untuk pemahaman yang utuh, mengapa tidak kita tanyakan saja kepada mereka, dari mana mereka mendapatkan kata Jehovah tersebut? Dan mereka pasti akan menjawab, "dari Kitab Suci, Bible." Apa yang dikatakan Bible? Apakah disana terdapat kata J-e-h-o-v-a-h? Mereka pasti akan menjawab, "Tidak, di sana terdapat sebuah 'tetragrammaton' yang merupakan asal kata Jehovah." Apa yang disebut dengan tetragrammaton? Sepertinya tak seorangpun pernah mendengar istilah mistis ini dua abad yang lalu. Di University of Illinois Amerika Serikat, Ahmad Deedat pada tahun 1960an pernah mengajukan pertanyaan kepada sekelompok mahasiswa dan dosen mengenai apakah mereka pernah mendengar kata ini? Tak seorangpun yang tahu hasilnya. Tapi setiap pengikut Jehovah Witness sepertinya tahu, bahkan mereka yang paling awam sekalipun. Mereka telah betul-betul ditetapkan, mereka merupakan profesor dari sebuah kata - Jehovah.
Lalu apakah sebenarnya "tetragrammaton' itu? Jehovah Witness menjawab, "Y H W H". Bukan itu, yang ingin kita ketahui dari anda adalah apa arti dari kata tetragrammaton? Kita akan melihat bahwa mereka merasa ragu dalam memberikan jawabannya. Mereka betul-betul tidak tahu dan juga merasa malu dalam memberikan jawabannya bahwa "Tetra" dalam bahasa Yunani berarti EMPAT dan "grammaton" berarti HURUF. Jadi artinya "sebuah kata yang terdiri dari empat huruf.
Dapatkah anda membaca kata Jehovah dalam empat huruf tetragrammaton Y H W H? "Tidak" kata pengikut Jehovah Witness, "Kita hendaknya menambah huruf hidup pada empat konsonan ini agar bisa dihasilkan bunyi. Awalnya, baik bahasa Hebrew maupun Arab ditulis tanpa tanda-tanda huruf hidup. Para pengguna asli dari tiap bahasa mampu membacanya tanpa huruf hidup tersebut. NAmun tidak demikian halnya dengan orang luar.
Irregularity of "J"
Kita akan menambahkan huruf hidup seperti yang diinginkan oleh "Witness" di atas. YHWH menjadi YeHoWaH. Seperti sebuah sulap yang mereka sukai, tapi mereka tidak akan pernah menjelaskan Jehovah! Tanyakan kepada mereka, dari mana mereka mendapatkan kata "J" ini. Mereka akan mengatakan kepada anda bahwa "ini merupakan pelafalan 'populer' dari abad ke 16. "Bunyi pasti dari empat huruf YHWH tidak diketahui oleh orang Yahudi dan non-Yahudi, tapi mereka memaksakan kata JEHOVAH ke dalam tenggorokkan setiap orang. Orang-orang Kristen Eropa telah mengembangkan sebuah keberterimaan (Ketidakteraturan) dari huruf "J". Mereka menambahkan J's di mana tidak ada yang seperti Jays!
Yael menjadi Joel
Yehuda menjadi Juda
Yeheshua menjadi Joshua
Yusuf menjadi Joseph
Yunus menjadi Jonah
Yesus menjadi Jesus
Yehowa menjadi Jehovah
Kesewenangan Barat tak ada batasnya dalam mengubah nama-nama Yahudi menjadi nama-nama Non-Yahudi. Huruf YHWH muncul dalam Kitab Hebrew sebanyak 6823 kali, bergantian dengan kata "Elohim" yang hadir sebagai kombinasinya sebanyak 156 kali dalam buku yang disebut sebagai Kejadian. Kombinasi dari YHWH/ELOHIM ini secara konsisten diterjemahkan ke dalam Injil berbahasa Inggris sebagai "Tuhan Raja", "Tuhan Raja", "Tuhan Raja" tanpa penjelasan definisi asal-usul katanya.
Asal-Usul
Apakah yang disebut dengan YHWH, dan apa yang disebut ELOHIM? Karena orang-orang Yahudi tidak mengucapkan kata YHWH selama berabad-abad, dan karena Pimpinan Rabi tidak akan membiarkan terdengarnya kata yang tidak dapat diucapkan, maka mereka menarik hak dalam menyatakan secara dogmatis bagaimana kata tersebut berbunyi. Kita harus mencari bantuan orang-orang Arab untuk mempertahankan bahasa Hebrew, sebuah bahasa yang nyaris mati karena tidak digunakan sehari-hari karena ketiadaan bunyi vokal dan hanya konsonan semata. Dalam setiap permasalahan linguistik, harus dilakukan akses terhadap bahasa Arab, sebagai bahasa serumpun, yang masih tetap hidup dan layak. Secara rasial dan secara linguistik, orang Arab dan Yahudi memiliki asal-usul yang sama, yaitu satu moyang, Nabi Ibrahim (Abraham).
Perhatikanlah persamaan yang menonjol antara kedua bahasa, seringkali kata-kata yang memiliki bunyi serupa akan membawa makna identik pada keduanya:
Hebrew Arab Inggris
Elah Ilah God
Ikhud Ahad One
Yaum Yaum Day
Shaloam Salaam Peace
Yahuwa Ya Huwa Oh He
YHWH atau Yehova atau Yahuwa semuanya memiliki makna yang sama. "Ya" merupakan sebuah artikulasi dan sebuah partikel seruan baik dalam bahasa Hebrew maupun Arab, yang berarti Oh! Dan "Huwa" atau "Hu" memiliki arti He/ Dia, baik dalam bahasa Hebrew maupun Arab. Jadi, keduanya (Yahuwa ataupun Ya Huwa) memiliki arti Oh He (Oh Dia). Jadi dari mana mereka dapat Jehovah?
Sebab itulah, jika ingin mendengar 'suara' yang sesungguhnya, seharusnya Anda dengarlah dari 'sumber'nya dan bukan dengar dari 'gaung'nya. Karena sejak awal, 'jejak suara' Tuhan ada di Timur, dan bukan di Barat; lantas mengapa pula kalian mendengar dari Barat?
download ebook "Yesus Tidak Mati"
Jika Jehovah merupakan nama dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan jika 27 versi Kitab Perjanjian Baru dibuat oleh-Nya, maka ini merupakan sebuah anomali atau penyimpangan dari tatanan yang tertinggi, bahwa Dia (Jehovah) tidak mampu memiliki Nama-Nya sendiri yang tercatat dalam "Firman"-Nya, karena harus ditambahkan oleh umat Kristen dalam Injil Yahudi. Umat Kristen menyatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 24.000 dari apa yang disebut sebagai "asal-usul" dari Kitab Sucinya dalam bahasa Yunani, dan tidak ada satupun tulisan yang ditulis oleh "Jehovah" di dalamnya. Yang lebih meragukan, "nama Tuhan" ini telah secara jahat diganti oleh kalimat Yunani kyrios.
Doktrin-doktrin Uncle Sam
Sekitar hampir dua abad yang lalu, secara tiba-tiba lebih dari seratus aliran baru Kekristenan bermunculan di Amerika Serikat. The Seventh Day Adventists, The Christian Scientiests, The Menonites, The Christiandelphins, The Jehovah's Witnesses dan semacamnya. Pendiri The Jehovah's Witnesses, seorang hakim, Rutherford, oleh orang-orang Kristen Ortodoks tidak dianggap sebagai seorang "hakim". Ia merupakan seorang kutu-buku dan seorang penulis yang sangat produktif. Dia mempelajari kata 'Jehovah' dan mendirikan aliran The Jehovah Witnesses. Bacalah "Thirty Years A Watchtower Slave" yang ditulis oleh Schelin. Bukan teologinya yang menarik, tetapi modus operandi-nya. Bacalah, bagaimana sekte yang tak terkontrol ini sangat terkait dengan penaklukan Jerman sebelum Hitler. Bacalah, bagaimana kedatangan kedua kali mereka di Jerman Barat. Pikirkan, mengapa mereka melakukan usaha yang paling besar di Nigeria. Apakah sistem agama yang muncul di Nigeria akan menjadi norma bagi seluruh Afrika? Apa artinya? Artinya, hadirnya agama Kristen di Benua Afrika adalah direkayasa untuk keperluan kekuasaan Kolonialisme (penjajahan) dan Westernisasi, serupa pula dengan yang terjadi di Indonesia atau dimanapun di muka bumi.
Jehovah Witness, sekte yang kuat
Menurut presentasenya, "Jehovah Witness" telah meraih kemajuan paling fenomenal dari seluruh sekte agama pada hampir dua abad yang lalu. Hal ini dimungkinkan karena mereka memprogram diri mereka sendiri lima kali dalam satu minggu dalam "Kerajaannya" sendiri, dan apa yang mereka pelajari diimplementasikan selama akhir minggu.
Mereka telah membuat kata "Jehovah" menjadi sangat terkenal. Mereka mengetuk pintu di rumah setiap orang di Afrika Selatan, dan mengajukan pertanyaan "Siapa nama-Nya?" dan umat Kristen Ortodoks akan menjawab "Tuhan". Mereka pun menjawab, "Tuhan bukanlah nama, Tuhan merupakan obyek sembahan. "Bapak" kata kaum Ortodoks tersebut sebagai jawaban kedua. "Apakah Bapakmu Tuhan? Tentu bukan! Lalu siapa namaNya? Jehovah adalah namaNya," kata 'saksi' tersebut. Dan mereka pun telah menjadi ahli dari kalimatnya tersebut, dan menjadikannya sebuah sekte agama baru.
Tetragammaton
Untuk pemahaman yang utuh, mengapa tidak kita tanyakan saja kepada mereka, dari mana mereka mendapatkan kata Jehovah tersebut? Dan mereka pasti akan menjawab, "dari Kitab Suci, Bible." Apa yang dikatakan Bible? Apakah disana terdapat kata J-e-h-o-v-a-h? Mereka pasti akan menjawab, "Tidak, di sana terdapat sebuah 'tetragrammaton' yang merupakan asal kata Jehovah." Apa yang disebut dengan tetragrammaton? Sepertinya tak seorangpun pernah mendengar istilah mistis ini dua abad yang lalu. Di University of Illinois Amerika Serikat, Ahmad Deedat pada tahun 1960an pernah mengajukan pertanyaan kepada sekelompok mahasiswa dan dosen mengenai apakah mereka pernah mendengar kata ini? Tak seorangpun yang tahu hasilnya. Tapi setiap pengikut Jehovah Witness sepertinya tahu, bahkan mereka yang paling awam sekalipun. Mereka telah betul-betul ditetapkan, mereka merupakan profesor dari sebuah kata - Jehovah.
Lalu apakah sebenarnya "tetragrammaton' itu? Jehovah Witness menjawab, "Y H W H". Bukan itu, yang ingin kita ketahui dari anda adalah apa arti dari kata tetragrammaton? Kita akan melihat bahwa mereka merasa ragu dalam memberikan jawabannya. Mereka betul-betul tidak tahu dan juga merasa malu dalam memberikan jawabannya bahwa "Tetra" dalam bahasa Yunani berarti EMPAT dan "grammaton" berarti HURUF. Jadi artinya "sebuah kata yang terdiri dari empat huruf.
Dapatkah anda membaca kata Jehovah dalam empat huruf tetragrammaton Y H W H? "Tidak" kata pengikut Jehovah Witness, "Kita hendaknya menambah huruf hidup pada empat konsonan ini agar bisa dihasilkan bunyi. Awalnya, baik bahasa Hebrew maupun Arab ditulis tanpa tanda-tanda huruf hidup. Para pengguna asli dari tiap bahasa mampu membacanya tanpa huruf hidup tersebut. NAmun tidak demikian halnya dengan orang luar.
Irregularity of "J"
Kita akan menambahkan huruf hidup seperti yang diinginkan oleh "Witness" di atas. YHWH menjadi YeHoWaH. Seperti sebuah sulap yang mereka sukai, tapi mereka tidak akan pernah menjelaskan Jehovah! Tanyakan kepada mereka, dari mana mereka mendapatkan kata "J" ini. Mereka akan mengatakan kepada anda bahwa "ini merupakan pelafalan 'populer' dari abad ke 16. "Bunyi pasti dari empat huruf YHWH tidak diketahui oleh orang Yahudi dan non-Yahudi, tapi mereka memaksakan kata JEHOVAH ke dalam tenggorokkan setiap orang. Orang-orang Kristen Eropa telah mengembangkan sebuah keberterimaan (Ketidakteraturan) dari huruf "J". Mereka menambahkan J's di mana tidak ada yang seperti Jays!
Yael menjadi Joel
Yehuda menjadi Juda
Yeheshua menjadi Joshua
Yusuf menjadi Joseph
Yunus menjadi Jonah
Yesus menjadi Jesus
Yehowa menjadi Jehovah
Kesewenangan Barat tak ada batasnya dalam mengubah nama-nama Yahudi menjadi nama-nama Non-Yahudi. Huruf YHWH muncul dalam Kitab Hebrew sebanyak 6823 kali, bergantian dengan kata "Elohim" yang hadir sebagai kombinasinya sebanyak 156 kali dalam buku yang disebut sebagai Kejadian. Kombinasi dari YHWH/ELOHIM ini secara konsisten diterjemahkan ke dalam Injil berbahasa Inggris sebagai "Tuhan Raja", "Tuhan Raja", "Tuhan Raja" tanpa penjelasan definisi asal-usul katanya.
Asal-Usul
Apakah yang disebut dengan YHWH, dan apa yang disebut ELOHIM? Karena orang-orang Yahudi tidak mengucapkan kata YHWH selama berabad-abad, dan karena Pimpinan Rabi tidak akan membiarkan terdengarnya kata yang tidak dapat diucapkan, maka mereka menarik hak dalam menyatakan secara dogmatis bagaimana kata tersebut berbunyi. Kita harus mencari bantuan orang-orang Arab untuk mempertahankan bahasa Hebrew, sebuah bahasa yang nyaris mati karena tidak digunakan sehari-hari karena ketiadaan bunyi vokal dan hanya konsonan semata. Dalam setiap permasalahan linguistik, harus dilakukan akses terhadap bahasa Arab, sebagai bahasa serumpun, yang masih tetap hidup dan layak. Secara rasial dan secara linguistik, orang Arab dan Yahudi memiliki asal-usul yang sama, yaitu satu moyang, Nabi Ibrahim (Abraham).
Perhatikanlah persamaan yang menonjol antara kedua bahasa, seringkali kata-kata yang memiliki bunyi serupa akan membawa makna identik pada keduanya:
Hebrew Arab Inggris
Elah Ilah God
Ikhud Ahad One
Yaum Yaum Day
Shaloam Salaam Peace
Yahuwa Ya Huwa Oh He
YHWH atau Yehova atau Yahuwa semuanya memiliki makna yang sama. "Ya" merupakan sebuah artikulasi dan sebuah partikel seruan baik dalam bahasa Hebrew maupun Arab, yang berarti Oh! Dan "Huwa" atau "Hu" memiliki arti He/ Dia, baik dalam bahasa Hebrew maupun Arab. Jadi, keduanya (Yahuwa ataupun Ya Huwa) memiliki arti Oh He (Oh Dia). Jadi dari mana mereka dapat Jehovah?
Sebab itulah, jika ingin mendengar 'suara' yang sesungguhnya, seharusnya Anda dengarlah dari 'sumber'nya dan bukan dengar dari 'gaung'nya. Karena sejak awal, 'jejak suara' Tuhan ada di Timur, dan bukan di Barat; lantas mengapa pula kalian mendengar dari Barat?
download ebook "Yesus Tidak Mati"
Minggu, 20 Januari 2013
Kisah dibalik Konsili Nicea
"Dan segala yang kau ingin tahu tentang Alkitab dapat disimpulkan oleh doktor agama yang terkenal, Martyn Percy." kata Teabing sambil menambahkan,
"Alkitab tidak datang dengan cara difaks dari surga."
"Alkitab diproduksi dan direproduksi oleh manusia, bukan Tuhan. Alkitab tidak jatuh secara ajaib dari langit. Orang membuatnya sebagai catatan sejarah dari hiruk-pikuk jaman, dan itupun telah melibatkan penerjemahan, penambahan, pengurangan, dan revisi yang tak terhitung. Sejarah tidak pernah punya versi pasti buku itu."
"Yesus Kristus merupakan tokoh sejarah dengan pengaruh luar biasa, bahkan adalah pemimpin umat yang paling kontroversial dan membingungkan sekaligus sumber inspirasi yang pernah ada di dunia. Sebagai Mesiah yang telah diramalkan, Yesus melebihi raja-raja, memberi inspirasi kepada jutaan orang, dan menjadi sumber filosofi baru. Sebagai keturunan Raja Salomo (Sulaiman) dan Raja David (Daud), Yesus berhak mewarisi takhta Raja Yahudi. Lebih dari delapan puluh ajaran berasal dari induk sumber Perjanjian Baru, namun hanya relatif sedikit yang dipilih untuk dicantumkan (menjadi Bible)-- diantaranya Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes."
"Siapa yang memilih ajaran untuk dicantumkan?" tanya Sophie.
Dengan semangat Teabing menjelaskan: "Ironi mendasar dari Kristen! Alkitab yang kita kenal sekarang ini disusun oleh kaisar Roma penganut pagan, Konstantin Agung."
"Kukira Konstantin penganut Kristen." kata Sophie.
"Salah, Tak benar itu," sergah Teabing sambil terbatuk. "Dia seorang pagan seumur hidup. Bahkan ia dibaptis di ranjang kematiannya, ketika dirinya terlalu lemah untuk melawan. Di masa Konstantin, agama resmi Romawi adalah pemujaan matahari --kelompok pemujaan Sol Invictus, atau Matahari Tak Tertandingi-- dan Konstantin adalah kepala pendetanya. Namun nahas baginya, sebuah eforia religius tengah tumbuh dan mencengkram Roma. Tiga abad setelah penyaliban Yesus Kristus, para pengikut Yesus tengah tumbuh berlipat-lipat. Kaum Kristen dan pagan mulai berperang, dan konflik itu tumbuh sedemikian besar sehingga mengancam akan membelah Roma menjadi dua. Karena itu Konstantin memutuskan bahwa suatu langkah harus dilakukan. Maka, pada tahun 325 masehi, ia memutuskan untuk menyatukan Roma dalam sebuah agama hybrid, agama yang disatukan: agama pagan dengan kristen, menjadi tunggal namun dalam kemasan Kristen."
Sophie terkejut, "Mengapa seorang kaisar pagan memilih kemasan Kristen sebagai agama resmi?"
Teabing tersenyum, dan menjelaskan: "Kaisar Konstantin adalah pebisnis ulung, ia dapat melihat bahwa Kristen saat itu sedang naik daun, dan ia sekedar bertaruh pada kuda pemenang. Para sejarawan masih memuji kecemerlangan Konstantin yang mengalihkan kaum pagan pemuja matahari menjadi Kristen. Dengan meleburkan simbol-simbol, tanggal-tanggal, serta ritus-ritus pagan ke dalam adat-istiadat Kristen yang sedang tumbuh, dia telah menciptakan sejenis agama hibrid yang dapat diterima oleh kedua belah pihak."
"Transmogrifikasi" ujar Langdon. "Jejak-jejak agama pagan dalam simbologi Kristen tak terbantahkan. Cakram matahari kaum Mesir Kuno menjadi lingkaran halo para santo Katolik. Berbagai piktogram Isis yang sedang menyusui putranya yang lahir karena mukjizat, Horus, menjadi cetak biru bagi berbagai penggambaran modern kita akan Perawan Maria yang sedang menyusui Bayi Yesus. Dan, nyaris semua unsur dalam ritus Katolik --mitra, altar, doksologi, dan komuni, atau tindakan "makan Tuhan"-- diambil langsung dari agama-agama misteri pagan di masa awal."
Teabing menyambung, "Jangan biarkan seorang simbolog mulai bicara tentang ikon-ikon Kristen. Karena tak ada yang asli dalam Kristen. Mithras, Tuhan pra-Kristen --disebut Putra Tuhan dan Cahaya Dunia-- lahir dan mati pada 25 Desember, dikubur dalam sebuah makam batu, dan kemudian dibangkitkan dalam tiga hari. Omong-omong, 25 Desember juga hari lahir Osiris, Adonis, dan Dionysius, Krishna yang baru lahir dihadiahi emas, dupa, dan kemenyan. Bahkan hari suci mingguan umat Kristen dicuri dari kaum pagan."
"Aslinya, Kristen menghormati Sabat Yahudi pada hari Sabtu, tapi Konstantin menggesernya agar bertemu dengan hari kaum pagan memuliakan matahari.
Hingga hari ini, kebanyakan jemaat gereja menghadiri layanan Gereja pada Minggu pagi tanpa sadar sama sekali bahwa mereka sedang melakukan penghormatan mingguan pada dewa matahari kaum pagan-- Sun-day, hari matahari."
"Dan segala hal ini berhubungan dengan Grail?" tanya Sophie.
"Memang," jawab Teabing. "Dan sadarilah, selama fusi agama-agama itu, Konstantin perlu memperkuat tradisi Kristen baru, dan ia mengadakan sebuah pertemuan ekumenikal termasyhur, yang dikenal dengan nama Konsili Nicea."
Dan kebanyakan kaum Kristen hanya mengenalnya sebagai nama tempat lahir Pengakuan Iman Nicea.
"Dalam pertemuan ini," kata Teabing, banyak aspek dari Kristen diperdebatkan dan ditetapkan berdasarkan voting --tanggal Paskah, peranan para uskup, administrasi sakramen, dan, tentu saja, ketuhanan Yesus."
"Aku tak mengerti. Ketuhanan Yesus?" tanya Sophie.
"Demikianlah," jelas Teabing, "hingga detik itu dalam sejarah, Yesus dipandang oleh para pengikutnya sebagai nabi yang dapat mati.. seorang lelaki agung yang dikaruniai mukjizat, tapi tak lebih dari seorang manusia. Seorang fana, manusia biasa."
"Bukan Putra Tuhan?" tanya Sophie.
"Benar," sahut Teabing. "Penetapan Yesus sebagai 'Putra Tuhan' secara resmi diusulkan dan ditetapkan melalui voting oleh Konsili Nicea."
"Tunggu dulu. Maksudmu, keilahian Yesus adalah hasil voting?" tanya Sophie lagi.
"Sebuah voting yang ketat, sebenarnya," tambah Teabing. "Menetapkan keilahian Kristus penting sekali bagi penyatuan lebih jauh kekaisaran Romawi dan bagi basis kekuatan Vatikan yang baru. Dengan secara resmi memuja Yesus sebagai Putra Tuhan, Konstantin mengubah Yesus menjadi dewa yang berada di luar cakupan dunia manusia, sebuah pemahaman baru yang menjadi luar biasa. Ini bukan hanya menyisihkan tantangan selanjutnya dari kaum pagan terhadap Kristen, tapi membuat para pengikut Kristus kini dapat menebus dosa mereka hanya melalui pembuatan sebuah saluran suci --Gereja Katolik Roma."
"Semua ini masalah kekuasaan," lanjut Teabing. "Kristus sebagai Juru Selamat adalah amat penting bagi berfungsinya Gereja dan Negara. Banyak sarjana mengklaim bahwa Gereja masa awal benar-benar mencuri Yesus dari para pengikut aslinya, dengan membajak pesan-pesan manusiawinya, mengaburkannya dalam jubah ketuhanan yang tak tertembus, dan menggunakannya untuk meluaskan kekuasaan mereka."
"Konstantin mengambil keuntungan dari pengaruh yang besar dan arti penting Kristus. Dalam melakukan itu, dia telah membentuk wajah Kristen seperti yang kita kenal sekarang."
"Masalahnya adalah ini," kata Teabing, dan ia melanjutkan, "Karena Konstantin meningkatkan status Yesus hampir empat abad setelah kematian Yesus, ribuan dokumen yang mencatat kehidupannya sebagai manusia biasa sudah terlanjur ada. Untuk menulis ulang buku-buku sejarah, Konstantin tahu bahwa ia perlu mengambil sebuah langkah berani. Dari sinilah timbul sebuah momen paling menentukan dalam sejarah Kristen. Konstantin menitahkan dan membiayai penyusunan sebuah Alkitab baru, yang meniadakan semua ajaran yang berbicara tentang segala sejarah dan perilaku manusiawi Yesus, serta memasukkan ajaran-ajaran yang membuat Yesus seakan Tuhan. Injil-injil terdahulu dianggap melanggar hukum, lalu dikumpulkan dan dibakar."
"Siapapun yang memilih Injil-injil terlarang dan bukannya versi Konstantin akan dianggap sebagai kaum bid'ah, heretic. Kata Heretic diambil dari momen sejarah tersebut. Kata Latin haereticus berarti 'pilihan'. Mereka yang 'memilih' sejarah asli dari Kristus adalah kaum heretic pertama di dunia."
"Untungnya bagi para sejarawan, beberapa gospel yang dicoba untuk dimusnahkan oleh Konstantin berhasil diselamatkan. Dead Sea Scrolls, Gulungan-gulungan Laut Mati, ditemukan pada tahun 1950an tersembunyi di sebuah gua dekat Qumran di gurun Yudea. Dan, tentu saja, Gulungan Koptik pada tahun 1945 di Nag Hamadi. Sebagai tambahan dari penuturan kisah Grail sejati, dokumen-dokumen ini berbicara tentang kependetaan Kristus dalam keadaan-keadaan yang amat manusiawi. Tentu saja Vatikan, dalam memelihara tradisi misinformasi mereka, mencoba amat keras untuk menekan pengabaran gulungan-gulungan naskah ini. Mengapa tidak? Gulungan-gulungan itu menggarisbawahi ketidakcocokan dan pemalsuan sejarah yang mencolok, jelas-jelas membenarkan bahwa Alkitab modern disusun dan diedit oleh manusia yang memiliki sebuah agenda politis --untuk mempromosikan keilahian seorang lelaki bernama Yesus Kristus dan memanfaatkan pengaruhnya untuk mengukuhkan basis kekuasaan mereka sendiri."
"Namun amatlah penting untuk mengingat bahwa hasrat Gereja modern untuk menekan dokumen-dokumen ini datang dari kepercayaan tulus yang lahir dari pandangan [yang terlanjur] mapan mereka akan Kristus. Vatikan terbangun dari orang-orang yang teramat saleh, yang sungguh-sungguh percaya bahwa dokumen-dokumen yang bertentangan ini tak bisa lain adalah kesaksian [yang seolah] palsu."
"Seperti yang dapat kau lihat, kaum pendeta meyakini bahwa dokumen-dokumen penentang ini sebagai kesaksian palsu. Itu dapat dimengerti. Alkitab versi Konstantin telah menjadi kebenaran mereka selama berabad-abad. Maka, karena itu tiada seorangpun yang lebih terindoktrinasi kecuali pendoktrin itu sendiri."
"Mereka memuja tuhan-tuhan dari para leluhur mereka, bahwa nyaris segala yang diajarkan para leluhur mereka tentang Kristus adalah palsu."
Sophie memandang lagi kutipan Leonardo Da Vinci di depannya yang berbunyi: "Kebodohan membabi-buta telah menyesatkan mereka. Oi orang-orang bodoh, bukalah mata kalian."
---
Demikianlah kisah Da Vinci Code yang sesungguhnya merupakan catatan sejarah riil dengan nama-nama dan kejadian-kejadian nyata yang dituliskan kembali dan disusun dalam bentuk novel, dengan penambahan beberapa tokoh penarasi fiktif. Karena dengan cara demikianlah si penulis jeniusnya, Dan Brown, dapat aman dan selamat dari kemungkinan ancaman dari pihak-pihak tertentu. Dan, tentu saja banyak sanggahan yang kemudian terbit untuk mendustakan buku ini, meskipun di halaman depan Dan Brown sang penulis jenius lulusan Univesitas Harvard, telah membubuhkan jaminannya bahwa semua data dan fakta yang termuat dalam karyanya ini adalah nyata dan akurat!
Dan tentang itu semua, sebaiknya kita tak lupa pada kata-kata bijak: "Siapa yang mecari, ia akan menemukan." "Siapa yang mengetuk pintu, ia akan dibukakan." dan "Siapa yang berpikir, ia akan mendapatkan."
Buku ini menjadi best seller dan terjual lebih dari 150 juta copy di seluruh dunia dalam 86 bahasa, serta telah di filmkan meskipun tak sesukses bukunya. Buku yang ditulis berdasarkan data & fakta otentik ini telah menjadikan penulisnya sebagai penulis terkaya dunia.
download ebook "Yesus Tidak Mati"
"Alkitab tidak datang dengan cara difaks dari surga."
"Alkitab diproduksi dan direproduksi oleh manusia, bukan Tuhan. Alkitab tidak jatuh secara ajaib dari langit. Orang membuatnya sebagai catatan sejarah dari hiruk-pikuk jaman, dan itupun telah melibatkan penerjemahan, penambahan, pengurangan, dan revisi yang tak terhitung. Sejarah tidak pernah punya versi pasti buku itu."
"Yesus Kristus merupakan tokoh sejarah dengan pengaruh luar biasa, bahkan adalah pemimpin umat yang paling kontroversial dan membingungkan sekaligus sumber inspirasi yang pernah ada di dunia. Sebagai Mesiah yang telah diramalkan, Yesus melebihi raja-raja, memberi inspirasi kepada jutaan orang, dan menjadi sumber filosofi baru. Sebagai keturunan Raja Salomo (Sulaiman) dan Raja David (Daud), Yesus berhak mewarisi takhta Raja Yahudi. Lebih dari delapan puluh ajaran berasal dari induk sumber Perjanjian Baru, namun hanya relatif sedikit yang dipilih untuk dicantumkan (menjadi Bible)-- diantaranya Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes."
"Siapa yang memilih ajaran untuk dicantumkan?" tanya Sophie.
Dengan semangat Teabing menjelaskan: "Ironi mendasar dari Kristen! Alkitab yang kita kenal sekarang ini disusun oleh kaisar Roma penganut pagan, Konstantin Agung."
"Kukira Konstantin penganut Kristen." kata Sophie.
"Salah, Tak benar itu," sergah Teabing sambil terbatuk. "Dia seorang pagan seumur hidup. Bahkan ia dibaptis di ranjang kematiannya, ketika dirinya terlalu lemah untuk melawan. Di masa Konstantin, agama resmi Romawi adalah pemujaan matahari --kelompok pemujaan Sol Invictus, atau Matahari Tak Tertandingi-- dan Konstantin adalah kepala pendetanya. Namun nahas baginya, sebuah eforia religius tengah tumbuh dan mencengkram Roma. Tiga abad setelah penyaliban Yesus Kristus, para pengikut Yesus tengah tumbuh berlipat-lipat. Kaum Kristen dan pagan mulai berperang, dan konflik itu tumbuh sedemikian besar sehingga mengancam akan membelah Roma menjadi dua. Karena itu Konstantin memutuskan bahwa suatu langkah harus dilakukan. Maka, pada tahun 325 masehi, ia memutuskan untuk menyatukan Roma dalam sebuah agama hybrid, agama yang disatukan: agama pagan dengan kristen, menjadi tunggal namun dalam kemasan Kristen."
Sophie terkejut, "Mengapa seorang kaisar pagan memilih kemasan Kristen sebagai agama resmi?"
Teabing tersenyum, dan menjelaskan: "Kaisar Konstantin adalah pebisnis ulung, ia dapat melihat bahwa Kristen saat itu sedang naik daun, dan ia sekedar bertaruh pada kuda pemenang. Para sejarawan masih memuji kecemerlangan Konstantin yang mengalihkan kaum pagan pemuja matahari menjadi Kristen. Dengan meleburkan simbol-simbol, tanggal-tanggal, serta ritus-ritus pagan ke dalam adat-istiadat Kristen yang sedang tumbuh, dia telah menciptakan sejenis agama hibrid yang dapat diterima oleh kedua belah pihak."
"Transmogrifikasi" ujar Langdon. "Jejak-jejak agama pagan dalam simbologi Kristen tak terbantahkan. Cakram matahari kaum Mesir Kuno menjadi lingkaran halo para santo Katolik. Berbagai piktogram Isis yang sedang menyusui putranya yang lahir karena mukjizat, Horus, menjadi cetak biru bagi berbagai penggambaran modern kita akan Perawan Maria yang sedang menyusui Bayi Yesus. Dan, nyaris semua unsur dalam ritus Katolik --mitra, altar, doksologi, dan komuni, atau tindakan "makan Tuhan"-- diambil langsung dari agama-agama misteri pagan di masa awal."
Teabing menyambung, "Jangan biarkan seorang simbolog mulai bicara tentang ikon-ikon Kristen. Karena tak ada yang asli dalam Kristen. Mithras, Tuhan pra-Kristen --disebut Putra Tuhan dan Cahaya Dunia-- lahir dan mati pada 25 Desember, dikubur dalam sebuah makam batu, dan kemudian dibangkitkan dalam tiga hari. Omong-omong, 25 Desember juga hari lahir Osiris, Adonis, dan Dionysius, Krishna yang baru lahir dihadiahi emas, dupa, dan kemenyan. Bahkan hari suci mingguan umat Kristen dicuri dari kaum pagan."
"Aslinya, Kristen menghormati Sabat Yahudi pada hari Sabtu, tapi Konstantin menggesernya agar bertemu dengan hari kaum pagan memuliakan matahari.
Hingga hari ini, kebanyakan jemaat gereja menghadiri layanan Gereja pada Minggu pagi tanpa sadar sama sekali bahwa mereka sedang melakukan penghormatan mingguan pada dewa matahari kaum pagan-- Sun-day, hari matahari."
"Dan segala hal ini berhubungan dengan Grail?" tanya Sophie.
"Memang," jawab Teabing. "Dan sadarilah, selama fusi agama-agama itu, Konstantin perlu memperkuat tradisi Kristen baru, dan ia mengadakan sebuah pertemuan ekumenikal termasyhur, yang dikenal dengan nama Konsili Nicea."
Dan kebanyakan kaum Kristen hanya mengenalnya sebagai nama tempat lahir Pengakuan Iman Nicea.
"Dalam pertemuan ini," kata Teabing, banyak aspek dari Kristen diperdebatkan dan ditetapkan berdasarkan voting --tanggal Paskah, peranan para uskup, administrasi sakramen, dan, tentu saja, ketuhanan Yesus."
"Aku tak mengerti. Ketuhanan Yesus?" tanya Sophie.
"Demikianlah," jelas Teabing, "hingga detik itu dalam sejarah, Yesus dipandang oleh para pengikutnya sebagai nabi yang dapat mati.. seorang lelaki agung yang dikaruniai mukjizat, tapi tak lebih dari seorang manusia. Seorang fana, manusia biasa."
"Bukan Putra Tuhan?" tanya Sophie.
"Benar," sahut Teabing. "Penetapan Yesus sebagai 'Putra Tuhan' secara resmi diusulkan dan ditetapkan melalui voting oleh Konsili Nicea."
"Tunggu dulu. Maksudmu, keilahian Yesus adalah hasil voting?" tanya Sophie lagi.
"Sebuah voting yang ketat, sebenarnya," tambah Teabing. "Menetapkan keilahian Kristus penting sekali bagi penyatuan lebih jauh kekaisaran Romawi dan bagi basis kekuatan Vatikan yang baru. Dengan secara resmi memuja Yesus sebagai Putra Tuhan, Konstantin mengubah Yesus menjadi dewa yang berada di luar cakupan dunia manusia, sebuah pemahaman baru yang menjadi luar biasa. Ini bukan hanya menyisihkan tantangan selanjutnya dari kaum pagan terhadap Kristen, tapi membuat para pengikut Kristus kini dapat menebus dosa mereka hanya melalui pembuatan sebuah saluran suci --Gereja Katolik Roma."
"Semua ini masalah kekuasaan," lanjut Teabing. "Kristus sebagai Juru Selamat adalah amat penting bagi berfungsinya Gereja dan Negara. Banyak sarjana mengklaim bahwa Gereja masa awal benar-benar mencuri Yesus dari para pengikut aslinya, dengan membajak pesan-pesan manusiawinya, mengaburkannya dalam jubah ketuhanan yang tak tertembus, dan menggunakannya untuk meluaskan kekuasaan mereka."
"Konstantin mengambil keuntungan dari pengaruh yang besar dan arti penting Kristus. Dalam melakukan itu, dia telah membentuk wajah Kristen seperti yang kita kenal sekarang."
"Masalahnya adalah ini," kata Teabing, dan ia melanjutkan, "Karena Konstantin meningkatkan status Yesus hampir empat abad setelah kematian Yesus, ribuan dokumen yang mencatat kehidupannya sebagai manusia biasa sudah terlanjur ada. Untuk menulis ulang buku-buku sejarah, Konstantin tahu bahwa ia perlu mengambil sebuah langkah berani. Dari sinilah timbul sebuah momen paling menentukan dalam sejarah Kristen. Konstantin menitahkan dan membiayai penyusunan sebuah Alkitab baru, yang meniadakan semua ajaran yang berbicara tentang segala sejarah dan perilaku manusiawi Yesus, serta memasukkan ajaran-ajaran yang membuat Yesus seakan Tuhan. Injil-injil terdahulu dianggap melanggar hukum, lalu dikumpulkan dan dibakar."
"Siapapun yang memilih Injil-injil terlarang dan bukannya versi Konstantin akan dianggap sebagai kaum bid'ah, heretic. Kata Heretic diambil dari momen sejarah tersebut. Kata Latin haereticus berarti 'pilihan'. Mereka yang 'memilih' sejarah asli dari Kristus adalah kaum heretic pertama di dunia."
"Untungnya bagi para sejarawan, beberapa gospel yang dicoba untuk dimusnahkan oleh Konstantin berhasil diselamatkan. Dead Sea Scrolls, Gulungan-gulungan Laut Mati, ditemukan pada tahun 1950an tersembunyi di sebuah gua dekat Qumran di gurun Yudea. Dan, tentu saja, Gulungan Koptik pada tahun 1945 di Nag Hamadi. Sebagai tambahan dari penuturan kisah Grail sejati, dokumen-dokumen ini berbicara tentang kependetaan Kristus dalam keadaan-keadaan yang amat manusiawi. Tentu saja Vatikan, dalam memelihara tradisi misinformasi mereka, mencoba amat keras untuk menekan pengabaran gulungan-gulungan naskah ini. Mengapa tidak? Gulungan-gulungan itu menggarisbawahi ketidakcocokan dan pemalsuan sejarah yang mencolok, jelas-jelas membenarkan bahwa Alkitab modern disusun dan diedit oleh manusia yang memiliki sebuah agenda politis --untuk mempromosikan keilahian seorang lelaki bernama Yesus Kristus dan memanfaatkan pengaruhnya untuk mengukuhkan basis kekuasaan mereka sendiri."
"Namun amatlah penting untuk mengingat bahwa hasrat Gereja modern untuk menekan dokumen-dokumen ini datang dari kepercayaan tulus yang lahir dari pandangan [yang terlanjur] mapan mereka akan Kristus. Vatikan terbangun dari orang-orang yang teramat saleh, yang sungguh-sungguh percaya bahwa dokumen-dokumen yang bertentangan ini tak bisa lain adalah kesaksian [yang seolah] palsu."
"Seperti yang dapat kau lihat, kaum pendeta meyakini bahwa dokumen-dokumen penentang ini sebagai kesaksian palsu. Itu dapat dimengerti. Alkitab versi Konstantin telah menjadi kebenaran mereka selama berabad-abad. Maka, karena itu tiada seorangpun yang lebih terindoktrinasi kecuali pendoktrin itu sendiri."
"Mereka memuja tuhan-tuhan dari para leluhur mereka, bahwa nyaris segala yang diajarkan para leluhur mereka tentang Kristus adalah palsu."
Sophie memandang lagi kutipan Leonardo Da Vinci di depannya yang berbunyi: "Kebodohan membabi-buta telah menyesatkan mereka. Oi orang-orang bodoh, bukalah mata kalian."
---
Demikianlah kisah Da Vinci Code yang sesungguhnya merupakan catatan sejarah riil dengan nama-nama dan kejadian-kejadian nyata yang dituliskan kembali dan disusun dalam bentuk novel, dengan penambahan beberapa tokoh penarasi fiktif. Karena dengan cara demikianlah si penulis jeniusnya, Dan Brown, dapat aman dan selamat dari kemungkinan ancaman dari pihak-pihak tertentu. Dan, tentu saja banyak sanggahan yang kemudian terbit untuk mendustakan buku ini, meskipun di halaman depan Dan Brown sang penulis jenius lulusan Univesitas Harvard, telah membubuhkan jaminannya bahwa semua data dan fakta yang termuat dalam karyanya ini adalah nyata dan akurat!
Dan tentang itu semua, sebaiknya kita tak lupa pada kata-kata bijak: "Siapa yang mecari, ia akan menemukan." "Siapa yang mengetuk pintu, ia akan dibukakan." dan "Siapa yang berpikir, ia akan mendapatkan."
Buku ini menjadi best seller dan terjual lebih dari 150 juta copy di seluruh dunia dalam 86 bahasa, serta telah di filmkan meskipun tak sesukses bukunya. Buku yang ditulis berdasarkan data & fakta otentik ini telah menjadikan penulisnya sebagai penulis terkaya dunia.
download ebook "Yesus Tidak Mati"
Langganan:
Komentar (Atom)

